Blog Biology

Jumat, 30 Maret 2012

SUMBER BUKTI TAKSONOMI

BOTANI TINGKAT TINGGI
“SUMBER BUKTI TAKSONOMI    “



DISUSUN OLEH :
NAMA     : EDWAR EDI HARDADI
NIM    : 0905015047
KELAS    : PEND. BIOLOGI/ REG. PAGI B


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITA MULAWARMAN
SAMARINDA
2012





Topik         : SUMBER BUKTI TAKSONOMI
Tenggal  : Senin, 30 Maret 2012
Materi     :
SUMBER BUKTI TAKSONOMI

Sumber bukti taksonomi dapat berasal dari cabang-cabang biologi antara lain:
A.    Morfologi
Ciri-ciri morfologi berfaedah besar, bahkan pada pengamatan spesimen-spesimen herbarium, ciri-ciri ini menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi untuk menyusun klasifikasi. Di lain pihak, ciri-ciri mikroskopis atau ciri endomorfik sering kali tidak terdapat pada beberapa golongan tertentu. Meskipun demikian, bukan berarti ciri-ciri lainnya tidak dapat digunakan sebagai dasar penyusunan klasifikasi.
Banyak ciri-ciri morfologi yang penting ternyata diabaikan, baik dari sifat negatifnya maupun sifat generatif. Ciri-ciri ini biasanya :
a.    Sulit dilihat (misal kelenjar madu, lodicula, tangkai benang sari)
b.    Sulit dibuat koleksi (misal pangkal daun dari suku palmae)
Ciri-ciri vegetatif yang mempunyai nilai taksonomi antara lain :
1.    Perawakan (habitus)
Perawakan ini berhubungan dengan tanda-tanda seperti ukuran, percabangan, persebaran, kerapatan, bentuk, ukuran serta tekstur daun, sistem perakaran, cara perkembangbiakan, serta kehidupan dan periodisitas.
2.    Organ-organ dalam tanah
Bagian tumbuhan yang berada dibawah tanah sering kali memberikan ciri-ciri berharga untuk pemisahan taksonomi, tetapi sering kali tidak mendapat perhatian.


3.    Daun
Bentuk daun seringkali memberikan variasi yang luas mulai dari pangkal daun sampai ujung daun, khususnya tunas dari berbagai pohonana yang berbeda jenisnya. Ptiksis yaitu cara penggulungan atau pelipatan organ-organ yang berdiri sendiri seperti daun atau petala pada waktu kuncup. Sifat-sifat ptiksis ini dapat sebagai bukti taksonomi pada takson tertentu seperti marga Primula, suku Rosaceae.
B.    Embriologi
Individu dalam marga atau suku mungkin dicirikan dengan tipe embrionya, dan tanda ini mungkin dapat dipakai untuk menentukan pembatasan taksonomi dan kekerabatan alami. Data-data embriologis yang digabungkan dengan ciri-ciri anatomi dan morfologis, dapat digunakan dalam membuat klasifikasi yang lebih baik.
C.    Anatomi
Data anatomi antara lain dapat dipergunakan untuk tujuan praktis, misalnya identifikasi, penggolongan atau mempelajari arah filogenetik dan tingkat kekerabatan. Peranan anatomi perbandingan batang dalam taksonomi antara lain:
•    Mempunyai nilai untuk pengenalan dan untuk menentukan kekerabatan dan arah evolusi spesialisasi
•    Sebagai ciri-ciri identifikasi, sifat-sifat anatomis mungkin dapat dipergunakan pada semua tingkat taksonomi, tetapi pada tingkat jenis dan di atas tingkat suku dalam Angiospermae cenderung kurang dapat dipercaya.
•    Di atas tingkat suku pada Angiospermae, heterogenitas struktur anatomis mengingatkan asal “polyphyletic”
•    Kriteria endomorfik tidak mempunyai nilai yang sama pada seluruh taksa
•    Faktor-faktor lingkungan dapat menyebabkan variasi pada sifat-sifat anatomis
•    Sistematik anatomi dalam pendekatan taksonomi melengkapi eksomorfologi
•    Persamaan ciri-ciri anatomi dapat timbul melalui evolusi searah dan evolusi menyebar
D.    Palinologi
Ciri-ciri utama butir polen yang mempunyai nilai taksonomi adalah jumlah dan posisi alur, jumlah, posisi dan kekompleksan apertura serta bentuk pahatan eksin. Tipe butir polen pada Angiospermae ada 2 tipe poko yaitu :
•    Monocolpate : butir polen yang dilengkapi suatu alur tunggal yang terdapat pada satu sisi butir polen yang jauh dari titik hubungan setrad.
•    Trocolpate : butir polen dengan tiga alur meridional. Rangkaian spesialisasi diawali dari monocolpate maupun tricolpate kemudian mencapai puncaknya pada acolpate (tanpa alur) dan pancolpate (beralur banyak).
E.    Sitologi
Data sitologis umumnya berasal dari nukleus, jumlah dan morfologi kromosom, dan kelakuan kromosom pada waktu meiosis. Sitotaksonomi adalah disiplin ilmu yang mempelajari variasi dan menerangkan ketidaksinambungan variasional dan kekerabatan dalam batas-batas sitologi.
F.    Fisiologi
Tumbuhan yang tergolong dalam satu jenis dianggap menunjukkan sifat fisiologi yang sama pula. Tumbuhan yang menunjukkan sifat morfologi yang sama mungkin sifat fisiologisnya berbeda.
G.    Fitokimia
Cari kimiawi dapat mempunyai nilai taksonomi yang tinggi jika dapat menunjukkan konstan, tidak menyebar pada seluruh takson secara sama, tidak mudah terpengaruh satu dengan yang lainnya. Ciri kimiawi dapat digolongkan menjadi 3 kelompok, yaitu :
•    Secara langsung dapat dilihat seperti butiran pati dan rafid
•    Berupa hasil tumbuhan seperti alkaloid, flavonoid dan terpenoid
•    Serologi dan elektroforesis protein
Substansi kimiawi yang secara langsung dapat dilihat :
•    Butiran-butiran pati
Butiran-butiran pati terdapat di dalam plastisida-plastisida. Butiran-butiran dapat tunggal atau majemuk, mereka bervariasi dalam bentuk dan sering menunjukkan lapisan.
•    Rafid
Merupakan tungkalan-tungkalan kristal kalsium yang terkandung dalam sel-sel besar dalam tumbuhan. Tukalan-tukalan kristal kalsium oksalat ini terbatas pada kelompok tumbuhan tertentu dan mempunyai nilai sebagai bukti hubungan kekerabatan.

KESIMPULAN

Sumber bukti taksonomi dapat berasal dari cabang-cabang biologi antara lain: Morfologi, Embriologi, Anatomi, Palinologi, Sitologi, Fisiologi, dan Fitokimia.

Sumber :

Tjitrosoepomo, Gembong. 1993. Taksonomi Umum Dasar-Dasar Taksonomi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press ; Yogyakarta.
Lumowa,V.T,Sonja.2012. Bahan Ajar Botani Tingkat Tinggi.Universitas Mulawarman:Samarinda.
http://taufik-ardiyanto.blogspot.com/2011/09/taksonomi-klasifikasi-dan-sistematik.html/2012/03/14

PENCIRIAN DAN KONSEP SIFAT

BOTANI TINGKAT TINGGI
“PENCIRIAN DAN KONSEP SIFAT”
   



DISUSUN OLEH :
NAMA     : EDWAR EDI HARDADI
NIM    : 0905015047
KELAS    : PEND. BIOLOGI/ REG. PAGI B


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITA MULAWARMAN
SAMARINDA
2012






Topik         : PENCIRIAN DAN KONSEP SIFAT
Tenggal  : Senin, 30 Maret 2012
Materi     :
PENCIRIAN
Ciri didefinisikan sebagai wujud yang merupakan pernyataan (ekspresi) sifat yang dapat diukur, dihitung atau diberi penilaian lain. Hampir semua kegiatan botani sistematik melibatkan sifat dan ciri tumbuhan beserta variasinya. Sifat dan ciri inilah yang memungkinkan orang menggambarkan konsep dan mengenal sesuatu takson. Sifat secara umum dapat diartikan sebagai petanda yang mengacu pada bentuk, susunan atau kelakuan tumbuhan yang dapat digunakan untuk membandingkan, mendeterminasi, menginterpretasi atau memisahkan suatu tumbuhan dari yang lainnya. Pernyataan atau keadaan variasi sifat disebut ciri suatu sifat. Contoh sifat: tinggi pohon, pinggir daun. Tinggi pohon 5m, pinggir daun rata, beringgit, merupakan ciri daripada sifat tinggi pohon dan pinggir daun itu.
SIFAT
Sifat secara umum didefinisikan sebagai petanda atau candra yang mengacu kepada bentuk, susunan, tingkah laku yang digunakan untuk membandingkan, mendeterminasi, menginterpretasi dan memisahkan antara organisme satu dengan organisme lainnya. Sifat sering dibedakan dengan ciri. Ciri lebih ditekankan kepada ekspresi dari suatu sifat. Sifat-sifat yang dijadikan dasar dalam mengadakan klasifikasi berbeda-beda tergantung orang yang mengadakan klasifikasi dan tujuan yang ingin dicapai dengan pengklasifikasian itu. Organisme yang sama dengan pemilihan sifat yang berbeda dapat mengakibatkan hasil versi klasifikasi yang berbeda pula.


Perbedaan Sifat Dan Ciri
No.     Sifat    Ciri
1.
2.     Bentuk daun
Duduk daun pada batang     Bulat, segitiga, memanjang, lanset dsb.
Tersebar, berhadapan, bersilang berhadapan, berkarang, roset.


Kegunaan Sifat
Sifat memiliki manfaat atau kegunaan, kegunaan sifat dalam taksonomi tumbuhan adalah:
1.    Sebagai bahan untuk menyusun deskripsi tumbuhan.
2.    Sebagai bahan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan tertentu.
3.    Sebagai bahan untuk pembatasan suatu taksa.
4. Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun klasifikasi tumbuhan
Macam-macam sifat dalam taksonomi
1.    Sifat umum
a.    Sifat analisis dan sifat sintesis
Sifat analisis adalah sifat yang digunakan untuk identifikasi, pencirian dan pembatasan takson. Sifat sintesis adalah sifat yang terdapat serba sama dan luas merata pada seluruh anggota suatu takson bertingkat lebih tinggi.
b.    Sifat kwalitatif dan sifat kwantitatif
Sifat kwalitatif  adalah sifat yang tidak diberikan dalam penilaian bentuk wujud secara numerik, misalnya alternasi daun, tipe plasenta, tekstur, warna, bau dan sebagainya. Sedangkan sifat kwantitatif meliputi penilaian wujud dengan ukuran, dihitung kerapatan atau penilaian numeric lainnya.


c.    Sifat mikro dan sifat makro
Sifat ini diacu berdasarkan perspektif skala agak benar sebenarnya dari keadaan dan kadang juga pada tipe metode mendapatkan data, misalnya dengan menggunakan TEM atau SEM, kromatografi, elektroforesis, dan sebagainya.
d.    Sifat biologik
Sifat biologik mempunyai sifat yang jelas atau peranan penting pada organisme.
e.    Sifat baik dan sifat tidak baik untuk taksonomi
Sifat yang baik untuk taksonomi memiliki persyaratan yaitu :
1.    Bukan sifat yang memiliki variabilitas genetika interinsik tinggi.
2.    Sifat yang tidak mudah mengalami perubahan oleh modifikasi lingkungan sederhana.
3.    Menunjukkan konsistensi, yaitu sesuai dengan korelasi dari sifat-sifat yang ada dalam suatu system alam klasifikasi yang disusun.
2.    Sifat filetik
Sifat filetik merupakan suatu sifat yang pertama-tama diduga menunjukkan informasi tentang filogeni dari golongan dan akhirnya berhubungan dengan perkembangan sifat.
3.    Sifat kladistik
Sifat kladistik yaitu merupakan sifat yang mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan asal evolusinya. Jadi merupakan suatu studi hipotesis akan evolusi suatu organisme.
4.    Sifat fenetik
Fenetik adalah suatu studi yang mengklasifikasikan berbagai macam organisme berdasarkan kesamaan atau kemiripan morfologi dan sifat lainnya yang bisa diobservasi tidak tergantung pada asal evolusi organisme bersangkutan.

Kesimpulan :
1.    Ciri didefinisikan sebagai wujud yang merupakan pernyataan (ekspresi) sifat yang dapat diukur, dihitung atau diberi penilaian lain.
2.    Sifat secara umum didefinisikan sebagai petanda atau candra yang mengacu kepada bentuk, susunan, tingkah laku yang digunakan untuk membandingkan, mendeterminasi, menginterpretasi dan memisahkan antara organisme satu dengan organisme lainnya.
3.    Dalam penerapan taksonomi sifat dapat dibedakan dengan ciri, karena ciri lebih ditekankan pada ekspresi dari suatu sifat yang dapat di ukur, dihitung atau diberi penilaian lainnya.
4.    Kegunaan sifat dalam taksonomi tumbuhan adalah:
a.    Sebagai bahan untuk menyusun deskripsi tumbuhan.
b.    Sebagai bahan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan tertentu.
c.    Sebagai bahan untuk pembatasan suatu taksa.
d.    Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun klasifikasi tumbuhan.
5.    Macam-macam sifat taksonomi antara lain:
a.    Sifat umum
1). Sifat analisis dan sifat sintesis
2). Sifat kwalitatif dan sifat kwantitatif
3). Sifat mikro dan sifat makro
4). Sifat biologik
b. Sifat filetik
c. Sifat kladistik
d. Sifat fenetik





Sumber :
Lumowa, Sonja V.T. 2012. Bahan Ajar Botani Tingkat Tinggi. Universitas Mulawarman, Samarinda.
http://kir-31.blogspot.com/2011/02/penjelasan-tentang-daun-bantuk-daun.html
    Diakses: 29 Maret 2012
http://www.forumsains.com/biologi/filogenetik-fenetik-kladistik-kladogram-dendogram/
    Diakses: 29 Maret 2012

Senin, 19 Maret 2012

KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN TINGKAT TINGGI

Topik         : Keanekaragaman Tumbuhan Tingkat Tinggi
Tenggal  : Senin, 19 maret 2012
Materi     :
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN TINGKAT TINGGI

        Keanekaragaman adalah suatu gejala yang dapat diamati, suatu fakta yang kehadirannya tidak dapat kita tolak dan bersifat universal. Bila dibatasi pada tumbuhan saja, dapat diamati bahwa ada keanekaragaman pada setiap sifat dan ciri tumbuhan, misal keanekaragaman bentuk hidup, ukuran, ssrtuktur, fungsi, perawakan, dan sifat/ciri lainya. (Lumowa, Sonja V.T. 2012)
        Keanekaragaman merupakan ungkapan terdapatnya beranekaragam bentuk,  penampilan, densitas dan sifat yang nampak pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan seperti ekosistem, jenis, dan genetik. Nilai keanekaragaman ditentukan dengan menggunakan angka indeks. (http://meynyeng.wordpress.com)
        Menurut teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin dan Lamarck yaitu, jenis tumbuhan dan hewan yang ada mengalami perubahan secara perlahandari bentuk semula menjadi kebentuk lainya sehingga jenis mahluk hidup memperlihatkan kecenderungan untuk bervariasi atau beranekaragam. Kemungkinan-kemungkinan yang mendorong bertambahnya keanekaragaman tumbuhan ini dikarenakan adanya beberapa faktor.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEANEKARAGAMAN
A.    Faktor Abiotik
1. Iklim
Faktor iklim termasuk di dalamnya keadaan suhu, kelembaban udara dan angin sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan setiap mahluk di dunia. Faktor suhu udara berpengaruh terhadap berlangsungnya proses pertumbuhan fisik tumbuhan. Sinar matahari sangat diperlukan bagi tumbuhan hijau untuk proses fotosintesa. Kelembaban udara berpengaruh pula terhadap pertumbuhan fisik tumbuhan. Sedangkan angin berguna untuk proses penyerbukan. iklim yang berbeda-beda pada suatu wilayah menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya juga berbeda.
contohnya : Tanaman di daerah tropis, banyak jenisnya, subur dan selalu hijau sepanjang tahun karena bermodalkan curah hujan yang tinggi dan cukup sinar matahari. berbeda dengan tanaman yang berada di daerah tundra.
2. Keadaan tanah
Perbedaaan jenis tanah, seperti pasir, aluvial, dan kapur serta jumlah zat mineral yang terkandung dalam humus mempengaruhi jenis tanaman yang tumbuh. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Di daerah tropis akan hidup berbagai jenis tumbuhan, sedangkan di daerah gurun atau bersalju hanya akan hidup tumbuhan tertentu. Tumbuhan kaktus salah satu tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan keadaan tanah di gurun pasir. Perbedaan jenis tanah menyebabkan perbedaan jenis dan keanekaragaman tumbuhan yang dapat hidup di suatu wilayah.
contohnya: di Nusa Tenggara jenis hutannya adalah Sabana karena tanahnya yang kurang subur.
3. Air
Air mempunyai peranan yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah. Adanya air tergantung dari curah hujan dan curah hujan sangat tergantung dari iklim di daerah yang bersangkutan. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Jenis flora di suatu wilayah sangat berpengaruh pada banyaknya curah hujan di wilayah tersebut. Flora di daerah yang kurang curah hujannya keanekaragaman tumbuhannya kurang dibandingkan dengan flora di daerah yang banyak curah hujannya.
contohnya: di daerah gurun, hanya sedikit tumbuhan yang dapat hidup, contohnya adalah pohon Kaktus dan tanaman semak berdaun keras. Di daerah tropis banyak hutan lebat, pohonnya tinggi-tingi dan daunnya selalu hijau.
4. Tinggi Rendah Permukaan Bumi
Permukaan bumi terdiri dari berbagai macam relief , seperti pegunungan, dataran rendah, perbukitan dan daerah pantai. Perbedaan tinggi-rendah permukaan bumi mengakibatkan variasi suhu udara. Variasi suhu udara mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan . Hutan yang terdapat di daerah pegunungan banyak dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Faktor ketinggian permukaan bumi umumnya dilihat dari ketinggiannya dari permukaan laut . Semakin tinggi suatu daerah semakin dingin suhu di daerah tersebut. Demikian juga sebaliknya bila lebih rendah berarti suhu udara di daerah tersebut lebih panas. Oleh sebab itu ketinggian permukaan bumi besar pengaruhnya terhadap jenis dan persebaran tumbuhan. Daerah yang suhu udaranya lembab, basah di daerah tropis, tanamannya lebih subur dari pada daerah yang suhunya panas dan kering.
B.    Faktor Biotik
Makhluk Hidup
Makhluk hidup seperti manusia dan hewan dan tumbuhancmemiliki pengaruh yang cukup besar dalam persebaran tumbuhan. Terutama manusia dengan ilmu dan teknologi yang dimilikinya dapat melakukan persebaran tumbuhan dengan cepat dan mudah. Hutan kota merupakan jenis hutan yang lebih banyak dipengaruhi oleh faktor biotik, terutama manusia. manusia juga mampu mempengaruhi kehidupan fauna di suatu tempat dengan melakukan perlindungan atau perburuan binatang. Hal ini menunjukan bahwa faktor manusia berpengaruh terhadap kehidupan flora dan fauna di dunia ini.
contohnya: daerah hutan diubah menjadi daerah pertanian, perkebunan atau perumahan dengan melakukan penebangan, reboisasi,atau pemupukan. (http://zevanyageo.blogspot.com)





Nama-nama Tumbuhan Tingkat Tinggi
1    ANGGUR
2    ANGREK BULAN
3    ANGREK HITAM
4    APEL
5    BAWANG BOMBAI
6    BAWANG MERAH
7    BAWANG PUTIH
8    BAYAM
9    BUNCIS
10    CABAI
11    DURIAN
12    ENAU
13    GANDUM
14    JAGUNG
15    JAMBU AIR
16    JAMBU BIJI
17    JERUK
18    KACANG HIJAU
19    KACANG PANJANG
20    KACANG TANAH
21    KANGKUNG
22    KELAPA
23    LABU
24    LADA
25    LANGSAT
26    MANGGA
27    MAWAR
28    MELATI
29    MELON
30    PADI
31    PEPAYA
32    PINANG
33    PISANG
34    POHON KARET
35    POHON GAHARU
36    POHON JATI
37    POHON PINUS
38    POHON ULIN
39    PUTRI MALU
40    RAMBUTAN
41    SALAK
42    SAWI
43    SEMANGKA
44    SINGKONG
45    SIRIH
46    SIRSAK
47    TEH
48    TERONG
49    TOMAT
50    UBI JALAR
    Vitis sp.
Phalaenopsis amabilis
Coelogyne pandurata
Pyrus malus
Allium sp.
Allium cepa
Allium sativum
Amaranthus sp.
Phaseolus vulgaris
Capsicum annum
Durio zibethinus
Arenga pinnata
Triticum sp.
Zea mays
Syzygium aqueum
Psidium guajava
Citrus aurantifolia
Vigna radiata
Phaseolus vulgaris
Arachis hypogaea
Ipomoea aquatica
Cocos nucifera
Cucurbita
Piper nigrum
Lansium domesticum
Mangifera indica
Rosa sp.
Jasminus sambac
Cucumis melo
Oryza sativa
Carica papaya
Areca catechu
Musa paradisiaca
Hevea braziliensis
Aquilaria moluccensis
Tectona grandis
Pinus pinaster
Eusideroxylon zwageri
Mimosa pudica
Nephelium lappaceum
Salacca zalacca
Brassica sp.
Citrullus lanatus
Manihot esculenta
Piper betle
Annona muricata
Camellia sinensis
Solanum melongena
Solanum lycopersicum
Ipomoea batatas

   
   
   
   
   
   
   

Kesimpulan :
        Keanekaragaman adalah suatu gejala yang dapat diamati, suatu fakta yang kehadirannya tidak dapat kita tolak dan bersifat universal. Menurut teori evolusi yang dikemukakan oleh , jenis tumbuhan dan hewan yang ada mengalami perubahan secara perlahandari bentuk semula menjadi kebentuk lainya sehingga jenis mahluk hidup memperlihatkan kecenderungan untuk bervariasi atau beranekaragam dan faktor yang mempengaruhinya adalah faktor Abiotik dan Biotik.


Sumber :
Lumowa, Sonja V.T. 2012. Bahan Ajar Botani Tingkat Tinggi. Universitas Mulawarman, Samarinda.
http://id.wikipedia.org/wiki/ ( diakses : 15 maret 2012 )
http://meynyeng.wordpress.com/keanekaragaman-tumbuhan.html
( diakses : 15 maret 2012 )

Rabu, 14 Maret 2012

fakta-fakta tentang tubuh manusia

1. Setiap jam satu miliar sel di daam tubuh harus diganti.
2. Mata manusia bisa membedakan 500 warna abu-abu.
3. Tulang paha manusia lebih kuat dari beton.
4. Hati manusia mampu menciptakan tekanan yang cukup untuk menyemprotkan darah sejauh 30 kaki (9 m).
5. Mata kita selalu berukuran sama sejak lahir, tapi hidung dan telinga kita tidak pernah berhenti tumbuh.
6. Batuk rata-rata yang keluar dari mulut kita berkecepatan 60 mil (96,5 km) per jam.
7. Janggut adalah bulu yang tumbuhnya paling cepat pada manusia. Jika pria rata-rata tidak pernah memangkas janggutnya, makan hal ini akan membuatnya tumbuh hingga hampir 30 kaki dalam hidup.
8. Mata bayi tidak menghasilkan air mata sampai si bayi berumur sekitar enam atau delapan minggu.
9. Setiap orang memiliki bentuk lidah yang berbeda.
10. Bersin dapat melampaui kecepatan 100 m/jam.
11. Sel-sel mati dalam tubuh kita akhirnya dibawa ke ginjal untuk eksresi.
12. Senyum adalah ekspresi wajah yang paling sering digunakan. Senyum dapat dilakukan di mana saja dari 5 hingga 53 pasang otot wajah.
13. Satu dari 20 orang memiliki tulang rusuk lebih.
14. Orang-orang dengan kulit gelap tidak akan mengkerut secepat orang dengan kulit terang.
15. Darah manusia melalui perjalanan 60.000 (96.540 km) per hari pada perjalanan melalui tubuh.
16. 85% dari populasi dapat menekuk lidah mereka ke dalam sebuah tabung.
17. Dibutuhkan tujuh detik untuk makanan untuk pergi dari mulut ke lambung melalui kerongkongan.
18. Hati wanita berdetak lebih cepat daripada laki-laki.
19. Dalams atu hari, jantung kita berdenyut 100.000 kalo.
20. Rambut terbuat dari bahan yang sama seperti kuku

Test IQ