Blog Biology

Minggu, 25 Mei 2014

BAKTERI

Bakteri adalah mikroorganisme unicelluler prokaryotik yang umumnya tidak berklorofil meskipun mempunyai dinding sel
Organisme ini bersifat kosmopolitan paling banyak jumlahnya dan tersebar luas hampir di semua tempat . di makanan , di udara , air tanah , magma , batuan maupun tubuh mahkluk hidup. 
Bakteri mempunyai kemampuan mereproduksi tergolong sangat cepat dengan cara membelah diri secara biner atau dikenal dengan membelah secara amitosis , Misal pada bakteri kolera bisa membelah diri jadi dua setiap 20 menit , maka bisa dibayangkan setiap jam saja sudah jadi 8
Bakteri dalam Klasifikasi menjadi pioner Kingdom yaitu Kingdom Monera


Berikut secara detail tentang bakteri

  • Dilihat dari peranannya Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan.
  • Menguntungkan karena membantu dalam proses pembuatan makanan dalam berbagai fermentasi , juga pembuatan obat obatan , pembusukan sampah dll ,
  • Merugikan karena dapat menyebabkan penyakit karena patogen .
  • Untuk lebih jelasnya perhatikan beberapa pendekatan hafalan dari bakteri
  1. ketahui ciri bakteri itu secara Performance , sifat kehidupannya dan peranannya
  2. harus diketahui struktur performancenya bakteri baik morfologi maupun anatominya
  3. harus tahu bentuk dan koloninya
  4. cara bergeraknya , dan tipe jenis flagela yang ada di tubuhnya
  5. cara mendapatkan makanan
  6. cara respirasinya
  7. cara reproduksi
  8. dan peranannya bagi kehidupan baik sisi negatif maupun positifnya

1. Ciri-ciri Bakteri 
Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup lain yaitu : 

  1. Organisme multiselluler
  2. Prokariot (tidak memiliki membran inti sel )
  3. Umumnya tidak memiliki klorofil
  4. Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.
  5. Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam
  6. Hidup bebas atau parasit
  7. Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan
  8. Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan

2. Struktur Bakteri 

Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu: 

  1. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri) Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan
  2. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu) Meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan endospora.

Struktur dasar sel bakteri

  1. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila peptidoglikannya tipis).
  2. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein, bersifat semipermeable, berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat ke dalam sel.
  3. Sitoplasma adalah cairan sel, merupakan tempat berlangsungnya reaksi metabolik.
  4. Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas protein dan RNA.sebagai tempat sintesis protein.
  5. Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan
  6. Mesosom terbentuk dari membran sel yang tidak membentuk lipatan. Organel ini berfungsi sebagai pengganti mitocondria .
  7. Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air. Kapsul atau lapisan lendir merupakan bahan kental yang mengelilingi dinding sel bakteri. Kapsul penting bagi bakteri karena merupakan pelindung dan sebagai penyimpan cadangan makanan. Pada bakteri penyebab penyakit, kapsul dapat berfungsi meningkat kan kemampuan bakteri dalam menginfeksi inangnya atau dengan kata lain meningkatkan daya virulensi.
  8. Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel.
  9. Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pada bakteri gram negatif. Fungsi pili adalah sebagai pintu gerbang bagi masuknya materi genetik selama perkawinann dan untuk membantu melekatkan diri pada jaringan hewan atau tumbuhan yang merupakan sumber nutriennya.
  10. Fimbria adalah struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek daripada pilus.
  11. Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis.
  12. Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan berfotosintesis.
  13. Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom. Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru

Dinding sel 

  • Dinding sel tersusun atas Peptidoglikan yakni polisakarida yang berikatan dengan protein.
  • Dengan adanya dinding sel ini, tubuh bakteri memiliki bentuk yang tetap. Fungsi dinding sel adalah untuk melindungi sel.
  • Berdasarkan struktur protein dan polisakarida yang terkandung di dalam dinding sel ini, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri gram positif dan gram negatif.
  • Jika bakteri diwarnai dengan tinta Cina kemudian timbul warna pada dinding selnya, maka bakteri itu tergolong bakteri gram positif.
  • Sebaliknya, jika diberi warna dengan tinta Cina namun tidak menunjukkan perubahan warna pada dinding selnya, maka bakteri itu digolongkan ke dalam bakteri gram negatif.
  • Bakteri gram positif mempunyai peptidoglikan di luar membran plasma.
  • Pada bakteri gram negatif, peptidoglikan terletak di antara membran plasma dan membran luar dan jumlahnya lebih sedikit.
  • Umumnya bakteri gram negatif lebih patogen.
  • Bakteri gram-positif dinding selnya terdiri atas 60-100 persen peptodoglikan
  • Semua bakteri gram-positif memiliki polimer iurus asam N-asetil muramat dan N-asetil glukosamin
  • Dinding sel beberapa bakteri gram positif mengandung substansi asam teikoat yang dikaitkan pada asam muramat dari lapisan peptidoglikan.
  • Asam teikoat ini berwujud dalam dua bentuk utama yaitu asam teikoat ribitoi dan asam teiokat gliserol fungsi dari asam teiokat adalah mengatur pembelahan sel normal.
  • Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna ungu.
  • Bakteri gram-negatif dinding sel gram negatif mengandung 10-20 % peptidoglikan,
  • Diluar lapisan peptidoglikan ada struktur membran yang tersusun dari protein fostolipida dan lipopolisakarida.
  • Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna merah.
  • Di sebelah luar dinding sel terdapat kapsul.
  • Tidak semua sel bakteri memiliki kapsul.
  • Hanya bakteri patogen yang berkapsul.
  • Kapsul berfungsi untuk mempertahankan diri dari antibodi yang dihasilkan selinang.
  • Kapsul juga berfungsi untuk melindungi sel dari kekeringan.
  • Kapsul bakteri tersusun atas persenyawaan antara protein dan glikogen yaitu glikoprotein.
Membrane sel
  • Membrane sel tersusun atas molekul lemak dan protein Lipoprotein
  • Jadi membran selnya sama seperti halnya membran sel organisme yang lain.
  • Membrane sel bersifat semipermiable dan berfungsi mengatur keluar masuknya zat keluar atau ke dalam sel.

Mesosom
  • Pada tempat tertentu terjadi penonjolan membran sel kearah dalam atau ke sitoplasma.
  • Tonjolan membrane ini berguna untuk menyediakan energi atau pabrik energi bakteri.
  • Organ sel (organel) ini disebut mesosom.
  • Selain itu mesosom berfungsi juga sebagai pusat pembentukan dinding sel baru diantara kedua sel anak pada proses pembelahan.
Lembar fotosintetik
  • Khusus pada bakteri berfotosintesis, terdapat pelipatan membrane sel kearah sitoplasma.
  • Membran yang berlipat-lipat tersebut berisi klorofil,dikenal sebagai lembar fotosintetik (tilakoid).
  • Lembar fotosintetik berfungsi untuk fotosintesis contohnya pada bakteri ungu.
  • Bakteri lain yang tidak berfotosintesis tidak memiliki lipatan demikian.
Sitoplasma
Sitoplasma adalah cairan yang berada di dalam sel (cytos = sel, plasma= cairan). Sitoplasma tersusun atas koloid yang mengandung berbagai molekul organik seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral, ribosom, DNA, dan enzim-enzim. Sitoplasma merupakan tempat berlangsungya reaksi-reaksi metabolism.

DNA
Asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid, disingkat DNA) atau asam inti, merupakan materi genetic bakteri yang terdapat di dalam sitoplasma. Bentuk DNA bakteri seperti kalung yang tidak berujung pangkal. Bentuk demikian dikenal sebagai DNA sirkuler. DNA tersusun atas dua utas polinukleotida berpilin. DNA merupakan zat pengontrol sintesis protein bakteri, dan merupakanzat pembawa sifat atau gen. DNA ini dikenal pula sebagai kromosom bakteri. DNA bakteri tidak tersebar di dalam sitoplasma, melainkan terdapat pada daerah tertentu yang disebut daerah inti. Materi genetik inilah yang dikenal sebagai inti bakteri.

Plasmid
Selain memiliki DNA kromosom, bakteri juga memiliki DNA nonkromosom. DNA nokromosom bentuknya juga sirkuler dan terletak di luar DNA kromosom. DNA nonkromosom sirkuler ini dikenal sebagai plasmid. Ukuran plasmid sekitar 1/1000 kali DNA kromosom. Plasmid mengandung gen-gen tertentu misalnya gen kebal antibiotik, gen patogen. Seperti halnya DNA yang lain, plasmid mampu melakukan replikasi dan membentuk kopi dirinya dalam jumlah banyak. Dalam sel bakteri dapat terbentuk 10-20 plasmid.


Ribosom
Ribosom merupakan organel yang berfungsi dalam sintesis protein atau sebagai pabrik protein. Bentuknya berupa butir-butir kecil dan tidak diselubungi membran. Ribosom tersusun atas protein dan RNA. Di dalam sel bakteri Escherichia coli terkandung 15.000 ribosom, atau kira-kira ¼ masa sel bakteri tersebut. Ini menunjukkan bahwa ribosom memiliki fungsi yang penting bagi bakteri.

Endospora
Bakteri ada yang dapat membentuk endospora, pembentukan endospora merupakan cara bakteri mengatasi kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Endospora tahan terhadap panas sehingga tidak mati oleh proses memasak biasa. Spora mati di atas suhu 120 C. jika kondisi telah membaik, endospora dapat tumbuh menjadi bakteri seperti sedia kala.


3. Bentuk Bakteri
 

Bentuk dasar bakteri terdiri atas bentuk bulat (kokus), batang (basil),dan spiral (spirilia) serta terdapat bentuk antara kokus dan basil yang disebut kokobasil. 
Berbagai macam bentuk bakteri : 

1. Bakteri Kokus : 

  • Monokokus yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal misal Monococcus gonorhoe penyebab penyakit kencing nanah.
  • Diplokokus yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan misal Diplococcus pneumoniae penyebab penyakit pneumonia (radang, paru-paru).
  • Tetrakokus yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi empat. 
Berdasarkan suhu optimum untuk pertumbuhan maka dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu :
  1. Psikrofilik (0-200C),
  2. Mesofilik (20-300C),
  3. Termofilik (50-1000C)
Suhu merupakan faktor lingkungan yang sangat menentukan kehidupan mikroorganisme, pengaruh suhu berhubungan dengan aktivitas enzim. Suhu rendah menyebabkan aktiivtas enzim menurun dan jika suhu terlalu tinggi dapat mendenaturasi protein enzim.
Cara Kerja :
  • 8x2 tabung yang berisi Nutrient Broth untuk suhu inkubasi 50C, 250C, 370C, dan 500C
  • SEDIAKAN mikroorganisma yang berbeda (E.coli dan Bacillus sp.) diberi label .
  • Setelah diinokulasi dengan bekteri yang berbeda,
  • diinkubasi sesuai suhu yang tertera setelah ditumbuhkan selama 48 jam, bandingkan derajat kekeruhannya.
Variable bebas suhu
Pengaruh tekanan osmotik terhadap pertumbuhan mikroorganisme
Keberadaan mikroorganisma dilingkungan dapat dipengaruhi kepekatan suspensi/cairan di lingkungan. Bila kepekatan suspensi di lingkungan tinggi maka isi sel akan ke luar. Sebaliknya kepekatan suspensi di lingkungan rendah maka akan terjadi pergerakan massa cair ke dalam sel
Cara Kerja:
  • buat 4 buah cawan Nutrient Agar yang mengandung NaCl 0,5%, 3%, 5% dan 15%.
  • Setiap konsentrasi, cawan dibagi menjadi 2 dengan spidol kemudian labeli dengan bakteri E.coli dan Bacillus sp.
  • Inokulasikan E.coli dan Bacillus sp. dengan streak kontinyu
  • Gunakan kontrol untuk masing-masing biakan dengan media yang tidak ditambahi NaCl.
  • Inkubasi selama 48 jam dan amati pertumbuhannya

Pengaruh sinar ultraviolet terhadap pertumbuhan mikroorganisme
Sinar UV panjang gelombang 210-300 nm dapat membunuh mikroorganisme jika di paparkan. Komponen seluler yang dapat menyerap sinar UV adalah asam nukleat sehingga dapat rusak dan menyebabkan kematian.
Cara Kerja:
  • Inokulasikan Aspergillus sp., E.coli dan Bacillus sp. pada 3 cawan NA.
  • Dedahkan ketiga cawan tersebut pada sinar UV dengan panjang 254 nm selama 1 menit, 5 menit, dan 15 menit (ingat tutup cawan dibuka dan diusahakan lingkungan sekitar steril). Jarak antar UV dan cawan sekitar 12 inchi
  • Gunakan kontrol untuk masing-masing biakan dengan tidak memaparkan pada sinar UV
  • Inkubasi selama 48 jam dan amati pertumbuhan koloninya

Pengaruh pH terhadap pertumbuhan mikroorgansime

pH berpengaruh terhadap sel dengan mempengaruhi metabolisme, pada umumnya bakteri tumbuh dengan baik pada pH netral (7,0). Berdasarkan nilai pH yang dibutuhkan untuk kehidupannya dikenal 3 kelompok mikroorganisme yaitu :
  1. Acidofilik,
  2. Mesofilik/Neutrofilik
  3. Basofilik
Cara Kerja :
  • Buatlah tabung reaksi berisi NB dan atur pH-nya (pH 3, 7 dan 9) masing-masing 2 tabung untuk tiap nilai pH
  • Labeli dengan nama bakteri yang akan diinokulasikan
  • Inokulasi tiap tabung dengan Bacillus sp dan E.coli lalu diinkubasi pada suhu 370C selama 48 jam
  • Amati perbedaan kekeruhan pada tiap nilai pH

PERBEDAAN ARCHAEBACTERI DAN EUBACTERIA (BAKTERI SEJATI) 

KEY WORD 
  1. Bakteri merupakan salah satu dari kerajaan kelompok makhluk hidup yang sangat kecil.
  2. Bakteri merupakan makhluk yang mempunyai sel prokariot dan bersifat heterotrof, saprofit, autotrof, dan parasit. Bakteri mempunyai beberapa macam bentuk, yaitu seperti bola (coccus), batang (bacillus), bengkok seperti koma (vibrio), dan spiral (heliks). Sel-sel bakteri ada yang berkelompok/berkoloni.
  3. Struktur sel bakteri tersusun sangat sederhana, yaitu dinding sel dan isi sel. Struktur di luar dinding sel adalah ada yang mempunyai flagela, pili, dan kapsul. Sedangkan struktur di sebelah dalam dinding sel (isi sel) umumnya mempunyai membran sitoplasma, mesosom,sitoplasma, dan struktur-struktur di dalamnya serta mempunyai plasmid dan endospora.
  4. Berdasarkan pewarnaan dinding sel ada 2 macam, yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.
  5. Cara reproduksi bakteri ada dua, yaitu dengan pembelahan sel dan konjugasi.
  6. Jenis-jenis bakteri berdasarkan tempat hidupnya ada dua, yaitu kelompok Eubacteria dan Archaebacteria.
  7. Eubacteria adalah bakteri pada umumnya yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan Archaebacteria adalah bakeri yang berbeda pada umumnya. Bakteri ini memungkinkan menjadi salah satu penyebab bentuk-bentuk kehidupan pertama di bumi.
  8. Jenis-jenis Archaebacteria ada 3 kelompok, yaitu Metanobacteria, Halobacterium, dan Thermoplasma.
  9. Peranan bakteri dalam kehidupan amnusia ada yang menguntungkan dan merugikan.
  10. Cara penanggulangan bakteri merugikan adalah dengan pengolahan makanan serta kebersihan dan kesehatan diri dan lingkungan

ARCHAEBACTERY

  • Archaebacteria merupakan kelompok bakteri yang menghasilkan gas metan dari sumber karbon yang sederhana,
  • uniseluler
  • mikroskopik
  • dinding sel bukan peptidoglikan, dan secara biokimia berbeda dengan Eubacteria.
  • Selain itu, sifat Archaebacteria yang lain adalah bersifat anaerob
  • dapat hidup di sampah
  • tempat-tempat kotor
  • saluran pencernaan manusia atau hewan, halofil ekstrem, lingkungan bergaram
  • thermofilik bisa berada pada suhu panas
  • acidofilik bisa hidup dilingkungan asam.

  • Archaebacteria dianggap sebagai nenek moyang dari bakteri yang ada sekarang ini.
  • Archaebacteria mencakup makhluk hidup autotrof dan heterotrof.
  • Archaebacteria terbagi menjadi tiga kelompok sebagai berikut.
  1. Bakteri metanogen.
  2. Halobakterium ( bisa bertahan di salinitas yang tinggi).
  3. Bakteri termo-asidofil.
  • Genus Halobacterium dan Halococcus mencakup bakteri yang halofil ekstrem
  • bersifat aerob, dan heterotrof.
  • Bakteri genus ini banyak ditemukan di tambak garam laut.
  • Pada saat terjadi penggandaan sel dari halobakterium yang mengandung karotenoid, air akan berwarna merah intensif.
  • Selain itu, Halobakterium dan Halococcus dapat tumbuh optimum pada larutan NaCl, 3,5 sampai 5 molar,
  • mampu memanfaatkan energi cahaya untuk metabolisme tubuhnya.
Bakteri termo-asidofil. 

Dalam kelompok ini, terhimpun Archaebacteri yang bersifat 

  • non metanogen
  • mempunyai kemampuan hidup pada suhu tinggi ( Thermofil,
  • mempunyai kemampuan hidup si pH lingkungan yang rendah /sangat asam
  • bisa anaerob , bisa aerob
  • bisa heterotrop , bisa khemoautotrof

BAKTERI GRAM 



  • Dinding sel tersusun atas peptidoglikan yakni polisakarida yang berikatan dengan protein. 
  • Dengan adanya dinding sel ini, tubuh bakteri memiliki bentuk yang tetap. 
  • Fungsi dinding sel adalah untuk melindungi sel.
  • Berdasarkan struktur protein dan polisakarida yang terkandung di dalam dinding sel ini, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri gram positif dan gram negatif. 
  • Jika bakteri diwarnai dengan tinta Cina kemudian timbul warna pada dinding selnya, maka bakteri itu tergolong bakteri gram positif. 
  • Sebaliknya, jika diberi warna dengan tinta Cina namun tidak menunjukkan perubahan warna pada dinding selnya, maka bakteri itu digolongkan ke dalam bakteri gram negatif. 
  • Bakteri gram positif mempunyai peptidoglikan di luar membran plasma. 
  • Pada bakteri gram negatif, peptidoglikan terletak di antara membran plasma dan membran luar dan jumlahnya lebih sedikit. 
  • Umumnya bakteri gram negatif lebih patogen.
  • Bakteri gram-positif dinding selnya terdiri atas 60-100 persen peptodoglikan dan semua bakteri gram-positif memiliki polimer iurus asam N-asetil muramat dan N-asetil glukosamin dinding sel beberapa bakteri gram positif mengandung substansi asam teikoat yang dikaitkan pada asam muramat dari lapisan peptidoglikan. 
  • Asam teikoat ini berwujud dalam dua bentuk utama yaitu asam teikoat ribitoi dan asam teiokat gliserol fungsi dari asam teiokat adalah mengatur pembelahan sel normal. 
  • Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna ungu. 
  • Bakteri gram-negatif dinding sel gram negatif mengandung 10-20 % peptidoglikan, diluar lapisan peptidoglikan ada struktur membran yang tersusun dari protein fostolipida dan lipopolisakarida. Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna merah.



  • Di sebelah luar dinding sel terdapat kapsul. 
  • Tidak semua sel bakteri memiliki kapsul. Hanya bakteri patogen yang berkapsul. 
  • Kapsul berfungsi untuk mempertahankan diri dari antibodi yang dihasilkan selinang. 
  • Kapsul juga berfungdi untuk melindungi sel dari kekeringan. 
  • Kapsul bakteri tersusun atas persenyawaan antara protein dan glikogen yaitu glikoprotein.

JADI JIKA DI REVIEW

Sumber : Link

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan comentar, kritik dan saran agar blog ini bisa lebih baik lagi...!

Test IQ