Blog Biology

Rabu, 21 Mei 2014

SEJARAH BERDIRINYA DESA SEBULU DAN KECAMATAN SEBULU

                                                                                                                          Sumber : Eri Handayani

SEJARAH BERDIRINYA DESA SEBULU DAN KECAMATAN SEBULU

MUKADDIMAH

     Dengan berkat rahmat ALLAH SWT  Sang pencipta alam semesta beserta isinya yang telah melimpahkan Rahmat,Taupik,Hidayah dan Inayyah nya kepada kita sekalian.

     Sholawat dan Salam semoga selalu tercurahkan kepada Junjungan kita Nabi BesarMuhammad SAW Beserta keluarga,sahabat dan para pengikut ajaran beliau sampai akhir jaman, Amiin ya robbal Aalamin.

     Dengan ijin serta hidayah Allah SWT,dan dengan dorongan hati yang kuat saya untuk menerbitkan bacaan yang menguraikan sejarah kampung Sebulu dan berdirinya Kecamatan Sebulu,Dengan keinginan yang kuat inilah kami mencoba menggali cerita demi cerita,Akhirnya kami dapatkan lah sejarahnya lewat seorang narasumber yaitu Bapak ABDUSSAMAD USMAN Kelahiran Sendawar Kec. Melak tanggal 10 maret 1939 Mantan Pegawai Kecamatan Sebulu,Kec Kota Bangun dan bendaharawan kantor perwakilan Bupati kutai Samarinda ,Pensiunan April 1995.Dari bapakAbdussamad Usman Kami dapatkan data dan keterangan yang Beliau dapatkan lewat tetuha kampung antara lain :
         1.Neneknda H.M.Arsyad Imam tuha seboeloe(ALM)
         2.Neneknda Asan Unggau turunan Wangsa Liut (ALM)
         3.Ayahnda Haris (ALM)
         4.Ayahnda  Ugek / Doja (ALM)
         5.Ayahnda Lupap / Beca (ALM)
         6.Ayahnda Amer Husin Imam (ALM)
         7.Neneknda Abd Berat(H.Syakir) yang juga sudah Almarhum.
Data dan keterangan ini juga didapatkan langsung dari orang orang yang terlibat didalam perencanaan pendirian Kecamatan Sebulu.

      Kami selaku penulis sangat menyadari kelemahan dan kekurangan kami,dan awam dalam semua hal,Khususnya mengenai opservasi pengumpulan cerita dari mulut kemulut yang dicatat sesuai kemampuan daya ingat bapak Abdussamad Usman sudah barang tentu banyak terdapat kekurangan dan lain sebagainya,kami selaku penulis mengharap kan;Kritik,Saran dan teguran dari semua pihak,Agar ungkapan Tulisan ini memberikan manfaat bagi para pembacanya,Amiin ya robbal Alamin.

     Wabillahi Taufik Wal Hidayah,Summas salaamuu’Alaikum Warahmattullahi Wabarakatu. Terima kakasih
      Karangan  ABDUSSAMAD USMAN

Sebulu,  Januari 2010
Penulis




Akhmad yani




Bismillahirrahmanirrahim.
    Adat Kutai sejak jaman dahulu kala sudah ada,Salah satunya yang masih sering dilaksanakan Pelas kampung dan Erau,pada suatu ketika sekitar Abad 18/19, setelah selesai acara Erau yang dilaksanakan oleh Sultan Kutai selama 40 hari(40 malam)maka masing masing rombongan akan pulang Kampung dengan membawa sisa sisa perbeka lan. pada sa’at itulah pimpinan rombongan Dua sekawan,Ma’ Tabo’ dan Ma’ Bunet memutuskan untuk pulang kampung, mengingat perbekalan yang sudah semakin menipis dalam perjalanan pulang kampung maka diputuskan untuk mampir diEnnili(sungai kecil yang terletak di antara sebulu ilir dan segihan) setelah diadakan musyawarah maka diputuskan bahwa Ma’ Tabo’dan Rombongan nya bertahan di EnniliMa’Bunet dan Rombongan nya bertahan di Entapi Separi.hari berjalan berganti minggu,minggu berjalan berganti bulan,tahun pun makin berlalu,turunan Ma’Tabo’ beranak pinak laki dan bini,waktu berjalan musim berlalu pergantian generasi dari waktu ke waktu, terpisah lah Ma’Tabo’ dari Ennili ke hulu Ma’ Tabo’ meninggal diganti Sombong untuk mengurus kampung, sombong di Angkat menjadi petinggi, kampung pun bergeser ke Kelansari (sungai), karena pengabdian beliau ke pada Sultan akhirnya Petinggi Sombong diberi gelar WANGSA LIUT.Setelah Meninggal Wangsa Liut maka Jabatan Petinggi jatuh kepada Singak, karena pengabdian beliau kepada sultan maka beliaupun diberi gelar WANGSA KENDOI,setelah Wangsa Kendoi meninggal maka jabatan pertinggi ditugaskan kepada ULEI,Setelah lima tahun Ulei menjabat maka Ulei pun diberi Gelar Wangsa,setelah Wangsa Ulei meninggal jabatan Petinggi diserahkan kepada ABD RISO,karena pemerintahan tersendat oleh Sultan petinggi pun diganti dengan Muhammad,orangnya cerdik dan lagi cermat dengan Raja pun berhubungan dekat dan Akhirnya diberi gelar SOETANATA.Selama tiga puluh (30) tahun beliau menjabat usia beliau semakin lanjut penyakit pun semakin mundekat pekerjaan yang banyak pun terhambat,Akhirnya beliau digantikan ABDOEL BERAT. Pada jaman itu sekitar tahun 1954 Kampung Sebulu itu masih masuk didalam wilayah Kecamatan Tenggarong, Rupanyanya dari sekian banyak Pemuda ada yang berpikiran jauh kedepan tentang kemajuan kampung,yaitu 2 saudara Kembar

     1.Alm, H.HAMID BIN KUCEK.
  
     2.Alm, H.EDISON BIN KUCEK.

    Keduanya putra pertama pasangan Ayahanda Kucek dan Ibunda Biyong yang keduanya juga sudah Almarhum.
   Alkisah pada suatu hari di Tahun 1954 disebuah Warung kopi ”Embo’ INTAN”.H Intan binti Udan di Telok ngengol (arus airnya deras,airnya bertingkat,setiap orang yang mudik mendayung perahu pasti kepalanya goyang ke kiri ke kanan,kata orang dulu ngenggol.maka dinamai lah lokasi tersebut telok ngengol ) Sebulu Kecamatan Tenggarong.Di warung itu berkumpul sekelompok pemuda Antara Lain:

  1. Almarhum Anggek  putra Sebulu
  2. Almarhum Asan Kakap putra Sebulu
  3. Almarhum Asur/Asmuransah putra Sebulu
  4. Almarhum Darham putra Sebulu
  5. Almarhum Ardin H putra Loa raya Tenggarong
  6. Almarhum Asur (Acung) putra Sebulu
  7. Abdul Sammad Usman putra Sebulu
  8. Almarhum Ijab putra Sabintulung,Kumpa
  9. Almarhum Cerot putra Sabintulung,Kumpa dan
  10. Almarhum Japuk putra sabintulung,Kumpa,
  
      Disaat asiknya menikmati suguhan  kopi dari ibu haji Intan,Hamid yang  Waktu itu sebelum haji,keluar kata dari bibir  baliau yang berkeinginan untuk menjadikan kampung Sebulu ini sebagai Kecamatan sendiri,kontan saja semua penikmat kopi haji Intan tertawa,karena ucapan itu dianggap Unik sekaligus Aneh,tetapi ada juga diantara pendengar yang merespon ucapan itu,salah satunya neneknda Anggek bahkan beliau siap membantu.Hamid dan Edison mencoba menjelaskan dengan keberadaan hutan yang sangat luas,pegunungannya(dataran) maupun Rawa (Rapak) belukar,yang hanya ditanami buah buahan seperti:Durian,Elai,Todak,Rambutan(Koyakan) dan lainnya,hasil buahnya berlimpah,dan untuk menjualnya harus ke Samarinda,Teng garong atau ke Muara muntai.sementara mata pencaharian waktu itu hanya
1.Behuma(Berladang)
2.Ngepang(Nyirap)
3.Nongkat Lobang (Batu bara)
4.Ndamar(Mencari Damar)
5.Ketiau(mencari Malau) 
dan pekerjaan ini tidak perlu Sekolah.Sekolah yang ada hanya sampai kelas Empat(4)Sekolah Rakyat(SR) untuk sampai ke kelas Enam (6) atau tamat harus Sekolah di Tenggarong,hanya mereka yang orang tua nya yang mampu saja bisa melanjutkan Sekolah Anaknya sampai ke Tenggarong untuk menjadi guru dan lainnya.Pikiran Hamid waktu itu sudah jauh kedepan Cita cita beliau sangatlah luhur dan dalam waktu yang tidak terlalu lama berita ini pun tersebar luas kepada masyarakat,tak ayal lagi banyak yang (meholot) mencemoohkan,ada yang mengatakan bahwa Hamid dan Dison menjadi Cita cita si Muin. Ada yang mengatakan(anak kucek handek gile melali jengan umpati rencananya*bahasa sebulu*)

      Sampai pada tahun 1955 hayalan Hamid dan Dison itu terus menjadi rencana dan angan angan mereka,setiap kali ada orang berkumpul mereka(Hamid dan Dison)selalu menguraikan gagasan  mereka untuk menjadikan Sebulu ini sebagai kecamatan sendiri. Hamid dan Dison orangnya teguh dengan pendirian dan tidak mudah putus asa. Dengan berbagai rencana yang mereka rancang untuk mewujudkan mimpi mereka sampai Akhirnya mereka bertemu dengan seseorang yaitu:M.Ali Ibrahim(Alm) mantan Militer Belanda dan pernah menjadi Upas Kerajaan KUTAI,Komandan Pasukan Sadewa atau Merah Putih yang diantar oleh Kolonel Soekanda dari Jawa Barat,Letkol Hasan Basrie Lambung Mangkurat Banjarmasin.

      Muhammad Alie Ibrahim Putra dari pasangan H. Ibrahim dan Selamah(Rodo),
Saudara dari Abdul Muis Ibrahim(Alm),H.Salbiah / Cabbi(Alm),H.Hamdiah.
Abdul Muis Ibrahim adalah pendiri Bank Koperasi Kaltim dan juga SebagaiPimpinan Surat Kabar Suara Kaltim yang berkantor di Balikpapan.
      Muhammad Alie Ibrahim di Sebulu Sempat Mendirikan KOPERASI,yaitu Serikat Tani Islam Indonesia,(STII),Adapun pengurusnya;

     1.Muhammad Alie Ibrahim                      4.Abdulah Arbain(Patul)

     2.Muhammad Amin                                   5.Anang Karmi

     3.Yong Madri                                              6.Sidik Purnomo

      Muhammad Alie Ibrahim dan seluruh pengurus Koperasi STII nya mencoba bergerak dibidang perkayuan.Dengan mengantongi surat ijin IMBECHCIER   EKONOMIT BORNEO(I E B) dari Dinas Kehutanan Kaltim selama Tiga(3) tahun.dengan adanya surat ijin itu STII berusaha dibidang Sirap(kepang)dan perkayuan.Untuk membuka hutan ADAT harus diadakan Pelas hutan/menjamu hutan(ERAU),maka dibuatlah acara perhelatan Erau(pasar malam selama 7 hari 7 malam).mengerjakan pelas tahun dan menjamu penjaga hutan dengan Belian,Ganjur,Ngaridot,dan keramaian lainnya seperti: Lottre,Lempar Gelang bebek,Lempar bulu ayam dan lainnya.

      Untuk pelaksana Belian diambil dari Keham dan kedang ipil:
Untuk pelas hutan 1.Saudara TIMPO dari Keham
Untuk Belian          2.Saudara KAMIS dari Keham
                                 3.Saudara USEU dari Keham
                                 4.Saudara KRETIK dari Keham
                                 5.Saudara BAUL dari Kedang Ipil

Pimpinan rombongan Saudara HAIRUN ANWAR Petinggi Lebak Mantan.
Pimpinan Ganjur dan Ngaridot Pak ANGGONG Penari Laki-laki,untuk Penari Wanita TAIMAH.Lokasi kegiatan ERAU di Belakang Gedung Sekolah Belanda VERPOLOK SCHOOL(Sekolahan tuha di telok Ngengol/SD 4/1 atau sekarang SD 002 Sebulu ulu.

      Dengan berjalannya Koperasi STII maka pertambahan penduduk pun semakin pesat karena banyaknya pendatang dari luar kampung yang mencari pekerjaan di Sebulu.penda tang yang paling banyak berasal dari Sabintulung,mereka berbaur dengan penduduk asli bahkan banyak yang menikah dan mendapatkan keturunan,

     Sekitar awal tahun 1960 Hamid masih tetap dengan keinginannya.untuk tetap menjadikan Kampung Sebulu ini Sebagai Ibu Kota Kecamatan,Hamid Membuka lahan perkebunan dan lahan pertanian dengan dibantu tenaga para buruh yang sudah diputus kan hubungan kerjanya dengan O B M perusahaan batu bara terowongan batu dinding diantara nya;

         1. ALOSIUS  BETTO(ALO)
         2. LUNGGA BELLO
         3. PETRUS PAULO
         4. YUSAC  KUTIRES dan
         5. SANTO PABELO mereka kesemuanya berasal dari timor,dan mereka bekerja tidak meminta di upah,mereka cukup diberi kebutuhan sehari hari seperti makan minum dan rokok serta tempat tidur,hanya saja mereka punya satu keinginan jika nantinya sesudah panen mereka hanya minta ongkos untuk ke Samarinda guna mencari pekerjaan. Dengan dibantu lima orang tenega ini maka Hamid membuat ladang dengan asa’an (tugalan) sekitar 14 belek(kaleng) padi,lahan tersebut juga ditanami dengan jagung,labu, mentimun,belongka’(melon),dan bermacam macam sayuran.setelah panen maka mereka pun diberi biaya untuk ke Samarinda,

         Pada sa,at itu Dison pun pindah ke Samarinda dan bekerja sebagai karyawan Kantor Koperasi Gakka,(gabungan koperasi karet kal tim),beliau tinggal di Telok Lerong dan bertetangga dengan Pak H.Mas Pateh Sekda Kabupaten Kutai pada jamannya Bupati  (Kepala Daerah)Tingkat II Kutai A M  PARIKESIT.kesempatan demi kesempatan pun semakin terbuka bagi Dison untuk mewujudkan impiannya menjadikan Sebulu sebagai Kecamatan,setiap kali Dison ada waktu santai selalu dimanpaatkan untuk berbincang bincang dengan H Mas Pateh,disela sela perbincangan Sesekali Dison Menceritakan Ke inginannya,*(mendirikan Kecamatan sendiri)*tanpa diduga Mas Pateh langsung merespon ucapan Dison,disarankan agar Dison Menghubungi Drs,H.A.Rustam Effendi anak dari A.R.Mas Karyo Witi yang menjabat sebagai Asisten Residen di Kantor Gubernur Kalimantan Timur,yang punya Pabrik Plywood di Probolinggo,sekaligus Pemilik Bank EXIM  dan  Maskapai serta pemilik PT Kaltimek yang bergerak didang perkayuan yang ber Operasi di daerah kampung Teratak.Dison juga mempunyai kawan akrab yang bekerja diPerusahaan Plywood  Drs Rustam Effendi di Probolinggo yaitu Saudara Asnan(adeknya Alm Koye).dengan perantara Asnan inilah Akhirnya Dison bisa bertemu dengan Rustam Effendi,pada kesempatan itulah Dison menguraikan semua Impiannya tentang Kecamatan Sendiri yaitu Kecamatan SEBULU.

          Pada tahun 1962 Angin segar mulai berhembus dari Pemerintah Pusat,Pemerintah Pusat memberikan kesempatan kepada Gubernur untuk pengembangan Kabupaten dan
Kecamatan,serta peningkatan status Kampung menjadi Kecamatan yang dilanjutkan dengan turunmya Surat Perintah Bupati kepada Sekda di daerahnya masing masing untuk meng Inventarisasi Kampung kampung yang memungkinkan untuk ditingkatkan status nya  menjadi Kecamatan.

     Setelah beberapa kali pertemuan yang diPimpin oleh Petinggi Soetanata tersendat sendat dikarenakan beliau dalam keadaan sakit dimana tugas Petinggi dijalankan oleh wakilnya Ardy.k yang dibantu oleh Abd Berat sebagai Sesepuh Kampung,karena perte muan terdahulu diadakan di rumah Petinggi Soetanata(sekarang daerah Sebulu ulu), sehingga para tokoh masyarakat jarang yang hadir bahkan terkadang tidak ada yang hadir samasekali dengan alasan jauh dan lain sebagainya,kemudian diadakan Pertemuan berikutnya pada hari Kamis,tanggal 10 maret 1962,bertempat dirumah Kucek daerah *Telok ngengol*,(sekarang lokasi pelabuhan T A D).

     Pada saat itu semangat untuk berOrganisasi sangatlah kurang,sehingga peserta pertemuan itu sangat sedikit sekali, sehingga pertemuan hampir gagal,namun Abdul Berat mengambil Inisiatif pertemuan tetap harus dilaksanakan dengan agenda pembentukan susunan pengurus/Kepanitiaan mumpung ada petugas Kantor Bupati Bapak ABS Agil,anggota Badan Pemerintah Harian(BPH),melihat keadaan wakil petinggi Ardy.k ragu para peserta rapat yang ada meminta kepada bapak ABS Agil untuk menunjuk Abdul Berat memimpin pertemuan, setelah rapat yang dipimpin Abdul Berat berlangsung dengan di bantu bapak ABS Agil  maka terbentuklah Panitia Pelaksana Harian di Kampung Sebulu dengan komposisi sbb:

1.Ketua Harian          : ABDUL BERAT
2.Wakil Ketua           : H.HADRIE
3.Sekretaris               :  ARDIN.H* 
4.Wakil Sekretaris    : ASMURANSYAH*/ASUR  Babon
5.Bendahara              : SERAM
6.Wakil Bendahara   : GEDUK Bin Kopor

Seksi-seksi  a.Seksi Akomodasi    :    H.TUBENG

                    b.Pembantu umum     :      1.SUPIR
                                                        2.USIN.R
                                                        3.BAKRI UKOI
                                                        4.UTOY
                                                        5.HASANUDDIN RAZAK
                                                        6.ABDUL SAMAD USMAN *

Keterangan mereka yang bertanda*adalah anggota P S M (pekerja sosial masyarakat) 
Disaat musyawarah dijelaskan oleh bapak ABS Agil tugas tugas para panitia:
   a.Tugas Ketua dan Wakil Ketua sebagi: Pemimpin Organisasi,memberikan petunjuk kepada petugas lapangan.melaporkan hasil kerja petugas lapangan kepada panitia tingkat II Kutai di Tenggarong,mempertanggung jawabkan atas segala kerja Panitia.
   b.Tugas Sekretaris dan Wakil Sekretaris:Berkewajiban meng Administrasikan segala hasil kerja Panitia.
   c.Tugas Bendahara dan Wakil Bendahara:Berkewajiban mencari Dana untuk keperluan seluruh Panitia terutama biaya Operasional.
   d.Seksi Akomodasi:Menyiapkan Sarana Angkutan dan Transportasi          
   e.Pembantu umum: Membantu tugas panitia,melaksanakan tugas khusus yang diberikan,memberikan saran dan masukan.

      Kepada panitia harian diberikan panduan sebagai berikut;

I.Impormasi khusus Panitia Sebulu:
Kampung yang direncanakan masuk Kecamatan Sebulu:

  1.Embalut Wilayah  Kec Tenggarong
  2.Separi Wilayah Kec Tenggarong
  3.Sebulu Wilayah Kec Tenggarong
  4.Beloro Wilayah Kec Muara Kaman
  5.Tanjung Langkap(Tanjung Harapan)Wilayah Kec Muara Kaman
  6.Selerong Wilayah Kec Muara Kaman
  7.Teratak Wilayah Kec Muara Kaman
  8.Rantau Hempang Wilayah Kec Muara Kaman
  9.Benua Puhun Wilayah Kec Muara Kaman

II.Pendataan Penduduk
  1.Jumlah Kepala Keluarga
  2.Jumlah Laki-laki dewasa dan orang tua diatas usia 17 tahun
  3.Jumlah Perempuan dewas dan orang tua diatas usia 17 tahun
  4.Jumlah Anak-anak lelaki usia di bawah 17 tahun
  5.Jumlah Anak-anak perempuan usia dibawah 17 tahun

III.Pendataan dilakukan bagi kampung yang siap sedia untuk bergabung

IV.Nama-nama Kampung dan Petingginya:
  1.Embalut                        :HASNAN
  2.Separi                           :A.W  ISHAK
  3.Sebulu*                        :ABDUL BERAT (Plt ARDY.K)
  4.Beloro*                        :AJI SA’AN / ABDUL MUTHALIB
  5.Tanjung Langkap*       :HAIROMAN / AMON
  6.Selerong*                     :HADIL
  7.Teratak                         :RUNGKAU
  8.Rantau Hempang         :LAMBA’E
  9.Benua Puhun                :WAHID

V.Dari 9 desa yang didata hanya 4 desa yang bertanda* yang betul betul siap untuk bergabung dan membantu untuk berdirinya Kecamatan sendiri.

VI.Nama anak kampung dan yang mewakili

    1.Kampung Sebulu:
a.Segihan di  Wakili    DJEMAN
b.Kubung di Wakili    ARIF(PEYA)Begelar Ma’Jungkas.
   2.Kampung Beloro:
a.Senyaung di Wakili   ARDI  NR
b.Ngadang di Wakili    ROBOT
c.Jongkang di Wakili   LAKON
  3.Tanjung Langkap:
a.Sanggulan di Wakili  ANCIM
b.Jambe di Wakili        OTONG
    4.Kampung Selerong:
a.Senoni di Wakili            SUGIMAN
b.Sepatin di Wakili           HALUDDIN / HALUD
c.Naga Baulur di Wakili   DIMAN

Dari 4 Kampung dengan 10 Anak Kampung jumlah penduduknya 2.418 Jiwa.
Untuk memperlancar keperluan opservasi dan pendataan dipercayakan kepada:
1.ASMURANSYAH/ASUR Babon
2.ARDIN.H dan
3.ABDUL SAMAD USMAN,untuk mendatangi kampung kampung yang tercantum diatas termasuk 1. Embalut,dan (2).Separi Kecamatan Tenggarong, (3)Teratak, 4.Rantau Hempang dan 5.Benua puhun Kecamatan Muara Kaman.
Hasil dari pendataan tersebut ternyata Kampung Separi nomor urut (2) Kecamatan Tenggarong dan Kampung Teratak nomor urut (3) Kecamatan Muara Kaman menyatakan tidak siap untuk bergabung,adapun alasan mereka karena berbeda bahasa(logat)(* salah satu contoh ;bahasa mereka ndik,bahasa sebulu nde*)
   
   Petugas Opservasi pendataan mendatangi satu kampung kesatu kampung lainnya hanya menggunakan perahu dayung(gubang beolah) dengan waktu berhari bermalam untuk mencapai kampung tujuan dan dengan bekal seadanya itupun yang di pinjam dari H.HADRI,Pinjaman tersebut kadang di bayar terkadang di Ihklas kan saja oleh H Hadri. Hari demi  hari berlalu berganti minggu.minggupun  berganti bulan tampa terasa yang akhirnya pada suatu hari

   Bapak Bupati memerintah kan Bapak ABDUL SAMAD  P.S.Stap Kantor Bupati Daerah Tingkat II Kutai bersama dengan Panitia(petugas lapangan)Kampung Sebulu untuk mengadakan pendataan yang ke 4 kalinya,ternyata hasilnya tidak berubah. Hasil inilah yang diLaporkan  oleh panitia bersama sama dengan stap kantor Bupati bapak Abdussamad  PS  kepada Bapak Bupati sesuai mekanisme yang berlaku.

   Untuk memacu semangat kerja Panitia (petugas lapangan) Pemda Daerah tingkat II Kutai memberi Spirit,gairah kerja dan dorongan,diTunjuklah ABDUL BERAT sebagai pengganti petinggi Soetanata yang sudah berpulang Kerahmatullah.

    Alhasil berdasarkan kerja keras Seluruh jajaran Panitia beserta Stap Bupati Kabupaten Kutai (Abdussamad P.S) pada bulan juli 1963 di Kantor Bupati Kutai  CQ Badan Pemerintah Harian(BPH) bersama Biro Pemerintahan Desa sudah memproses masalah kampung sebulu sebagai mana mestinya sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang undangan yang berlaku.

   September 1964 Pemerintah Daerah Tingkat I Kalimantan Timur mengirimkan telegram kepada Pemerintah Tingkat II Kutai tentang rencana pemekaran Kecamatan di Kutai  sudah diSetujui Mendagri,tinggal menunggu Surat Keputusannya.
Sementara proses menunggu Surat Keputusan dari Mendagri tersebut,Bapak Bupati dan segenap Panitia mempersiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan acara peresmian Kecamatan Baru 

   Nopember 1964 Surat Keputusan tentang Kecamatan Baru Sudah diterima oleh Bapak Bupati,dan selanjutnya Bapak Bupati menunjuk Langsung Bapak ABDUSSAMAD   PS Sebagai Pjs(pejabat sementara) Kepala Pejawat(setingkat Camat) dan dibantu oleh seluruh panitia Harian di Sebulu untuk segera mempersiapkan segala keperluan Kecamatan sampai dengan peresmian Kecamatan Baru, Dari Panitia mengusulkan agar Peresmian Diadakan pada hari Jum’at tanggal 12 mei 1965,yang Akhirnya mendapatkan persetujuan dari Bapak Gubernur Kalimantan Timur.

   Maka Dengan Berkat Rahmat   ALLAH   Tuhan Yang Maha ESA Pada Hatri Jum’at tanggal  12  MEI  1965  Resmilah Kampung SEBULU Menjadi Kecamatan SEBULU 
Dengan Mengucap BISMILLAAHHIRRAHMANNIRRAAHIM Oleh
Bapak A.MOEIS HASAN GUBERNUR Kalimantan Timur Disaksikan  oleh Bapak BUPATI  Kutaibersama Tripida  Kutai,Kepala Pedjawat kota Tenggarong,serta beberapa Kepala pedjawat lainnya.

   Rombongan Bapak Gubernur dan  Bapak Bupati  naik Kapal   Den Haq,Sementara Rombongan yang  lainnya naik Kapal Sendawar yang berbahan bakar Batu Bara. Kedatangan Rombongan Bapak Gubernur dan Rombongan Bapak Bupati disambut dengan kesenian Tradisional Belien Sawo oleh Busu Supir dan Gibak.dengan berpakaian  ala belian selengkapnya.  

Begitu Bapak Gubernur menginjakkan Kaki ditanah Sebulu Langsung saja disambut dengan Sholawat Nabi”ALLAH HUMMA SALLI ALAA MUHAMMAD” Gemuruh suara Masyarakat menjawabnya denga lebih keras lagi dan secara serentak ”ALLAH HUMMAA SALLIM ALAIIIH”.Adapun acara tersebut dilaksanakan ditengah jalanan,Belian tersebut dilaksanakan dengan alat apa  adanya saja seperti: Kelintangan,Penyalip,Gendang(Babon),dan Gong dengan para Pemain:
1.BAHRON .K.               Kelintangan
2.LAYUM/Umpat           Penyalip
3.ASUR                           Gendang(Babon)
4.ALOES                         Gong(Selipung).Suasana pun sangat meriah,penyambutan yang sangat Riuh dan pasti sangat berkesan bagi siapa saja yang hadir dalam acara tersebut.

       Pada Hari Jum’at  pagi,tepatnya tanggal 12 Mei 1965.Jam 18,30 Bertempat di depan Gedung Sekolah Rendah(SR)Buatan Belanda Tahun 1921(Dulu Sekolah dengan nama  VERVOLLOCK SCHOOLL,kemudian menjadi  Sekolah Rendah,kemudian menjadi SDN 4/1,dan selanjutnya menjadi SDN 002 SEBULU Sampai sekarang). (#*perlu di ketahui bahwa disekolah ini(SD 4/1)Banyak melahirkan pemimpin pemimpin,baik Seorang Kepala Desa,Seorang Camat,Seorang Kepala Dinas,Anggota DPRD,bahkan Seorang Calon Bupati Kutai Kartanegara*#)

 adapun rangkaian acara :
1.Pembukaan         :    Protokol
2.Sambutan          :  1.Kepala Pedjawat Sebulu Bpk ABDUSSAMAT PS
                              2.Bupati KDH Tk II Koetai Drs. ROESDIBIYONO.
                              3.Gubernur Kal-Tim H.A.MOEIS HASAN,dan dilanjutkan     pembukaan  selubung papan yang bertuliskan ”KECAMATAN SEBULU
3.Pembacaan DO’A
4.Istirahat/Penutup.Pada acara Istirahat diisi dengan hiburan ORKES KERONCONG yang belum ada nama,yang diPimpin oleh ADOEL.P,Dengan diawali penampilan saudari Kamsiah gu’i di susul kemudian oleh saudari Kartina(Tina) Setelah itu bangkit lah Bapak Bupati Kutai ROESDIBIYONO mendekati Protokol untuk minta waktu, Bapak Bupati ingin menyampaikan sesuatu Keinginannya.pada saat beliau sudah diberi waktu,Beliau langsung ingin memberi nama ORKES KERONCONG yang baru saja menghibur para tamu undangan.Bapak Bupati memberikan nama ”ORKES SEMI GEMBIRA”Kemudian beliau berkeingnan menyumbangkan kelengkapan alat musik Keroncong kepada grup Orkes keroncong Semi Gembira.kerana bapak bupati merasa prihatin melihat alat musik yang digunakan hanya seadanya.antara lain:
   1.Biola     dimainkan oleh  ADOEL P.sekaligus sekaligus sebagai Pimpinan Orkes
   2.Guitar    dimainkan oleh  JAINI (Ijai)
   3.Jukc       dimainkan oleh  HARMUNI
   4.Suling    dimainkan oleh  IMBRAN (H.Ijon)Suling buatan Sendiri
   5.Bass       dimainkan oleh ASUR Dibuat dari penggaris(Linyar).

Setelah beliau meyampaikan keinginan beliau,Bapak Bupati ROESDIBIYONO langsung meyumbangkan sebuah lagu Sepasang Mata Bola.
**Alhamdulillah satu bulan kemudian bantuan itupun sudah diterima oleh Group Orkes Keroncong Semi Gembira,yaitu berupa:
1 buah Selo,
1 buah Guitar Melodi,
1 buah Guitar Bass,
1 buah Juk,
1 pasang Markas (gerincai),
1 buah Biola (piul)
1 buah Seruling (suling)**
     Selesai Bapak Bupati menyanyikan lagu Sepasang mata bola tepatnya Jam 10,15 menit Rombongan Bapak Gubernur beserta rombongan Bapak Bupati menuju ke Kantor Pendjawat ,dimana disana sudah ditunggu oleh Bapak Pendjawat yaitu Bapak ABDOESSAMAD PS.satu jam kemudian rombongan Bapak Gubernur dan bapak Bupati menuju ke Masjid untuk melaksanakan Sholat Jum’at bersama sama Masyarakat.seusai Sholat Jum’at dilanjutkan makan siang di Kantor Kepala pendjawat,setelah selesai Makan siang barulah Rombongan Bapak Gubernur pulang ke Samarinda dan Rombongan Bapak Bupati pulang ke Tenggarong.
     Pada hari Jum’at sore Kepala pendjawat mengadakan sukuran dengan mengadakan sholat berjamaah bersama di Kantor Kepala Pendjawat(rumah H.Nusi).dimana setelah sholat Magrib bapak Kepala Pendjawat menyampaikan Ucapan terima kasih  kepada semua pihak atas segala bantuannya,sehingga acara peresmian tersebut bisa berjalan sesuai dengan rencana dan sukses.
   Hari sabtu tanggal 13 mei 1965 bapak Kepala Pendjawat memanggil beberapa orang tokoh masyarakat khususnya panitia pendiri Kecamatan Sebulu.
 antara lain:
      1. ARDIN.H
      2. ASUR (Babon)
      3. MOEKRI
      4. ADENAN
      5. ABDUSSAMAD USMAN
      6. MAWI
      7. SERAM
      8. GEDUK.K
Bapak Kepala Pendjawat kembali menyambung pembicaran sebelumnya mengenai masalah kantor yang berhubungan dengan pegawai,bahwa pegawai kantor sudah di drop dari tenggarong antara lain:
1.Adjong                            :A.Amiddin.
2.Polisi pamong praja        :Nasri.T
3.Polisi pamong praja        :Bustani (uwik)
4.Polisi pamong praja        :Amir efendi
5.Tata usaha                       :Will      
 Hari  berlalu menjadi minggu,minggu menjadi bulan,bulan pun berganti tahun.
Demikianlah sekilas Sejarah Kecamatan SEBULU.Kepada seluruh pembaca di Mohon Kritik Saran dan Pendapatnya serta masukannya.Jika di antara para pembaca ada yang mengetahui data dan sejarah berdirinya Kecamatan Sebulu selain yang kami tuliskan ini.mari kita bersama sama memadukan/menyatukan.agar tulisan ini bisa lebih baik.

Penulis





AHKMAD YANI
*Putra bungsu GEDUK,K salah satu pendiri Kec SEBULU*

Data  Nama Pejabat Kecamatan sebulu dan masa Jabatan nya
1.  ABDOESSAMAD PS,                       1965 s/d 1970
2.  EDENAN SETYA DANTE BA         1970 s/d 1975
2.  M,\.BAKRIE SYAHRANI BA           1976 s/d 1978
4.  HAMSYURI RACHMAD BA           1978 s/d 1980
5.  SUTARDI   BA                                   1980 s/d 1983
6.  A.WAHAB SYAHRANI                    1983 s/d 1989
7.  DRS H A.IMBRAN                             1989 s/d 1991
8.  DRS M..SOFIAN  AGUS                    1991 s/d 1996
9.  DRS SUTRISNO                                 1996 s/d 2000
10.PARMANSYAH SABRAN BCHK    2000 s/d 2002          
11.H.ERLIAN S,Pd.S Sos .MM                2002 s/d 2010
12.DRS IRIANTO                                     2010 s/d 2012


13.MURJANI SP                                       2012 s/d  Sekarang








Sumber : Kepala Desa Sebulu Ulu ( Akhmad Yani )


Sumber : Eri Handayani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan comentar, kritik dan saran agar blog ini bisa lebih baik lagi...!

Test IQ