Blog Biology

Rabu, 30 November 2011

ARTIKEL TENTANG IDENTIFIKASI, DETERMINASI DAN KUNCI ANALISIS

NAMA : EDWAR EDI HARDADI
NIM     : 0905015047
KELAS  : BIOLOGI PAGI B
IDENTIFIKASI
Identifikasi tumbuhan adalah penentuan nama dan tempat yang tepat dalam sistem klasifikasi. Mencandera cirri-ciri tumbuhan baik dari segi morfologi , anatomi maupun cirri-ciri yang lain diperlukan untuk membedakan tumbuhan yang satu dengan tumbuhan yang lain. Misalnya saja bentuk daun, kedudukan daun, letak tulang daun, bentuk benang sari,letak benang sari, dll.
Untuk identifikasi tumbuhan yang telah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan, memerlukan sarana antara lain bantuan orang, spesimen herbarium, buku-buku flora dan monografi, kunci identifikasi dan lembar identifikasi jenis. Flora adalah suatu bentuk karya taksonomi tumbuhan yang memuat jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan dalam suatu wilayah tertentu.
Kunci identifikasi merupakan serentetan pertanyaan-pertanyaan yang jawabnya harus ditemukan pada spesimen yang akan diidentifikasi. Bila semua pertanyaan berturut-turut dalam kunci identifikasi ditemukan jawabnya, berarti nama serta tempatnya dalam sistem klasifikasi tumbuhan yang akan diidentifikasi dapat diketahui. Lembar Identifikasi Jenis adalah sebuah gambar suatu jenis tumbuhan yang disertai dengan nama klasifikasi jenis yang bersangkutan.
DETERMINASI
Determinasi yaitu membandingkan suatu tumbuhan dengan satu tumbuhan lain yang sudah dikenal sebelumnya (dicocokkan atau dipersamakan). Karena di dunia ini tidak ada dua benda yang identik atau persis sama, maka istilah determinasi (Inggris to determine = menentukan, memastikan) dianggap lebih tepat daripada istilah identifikasi (Inggeris to identify = mempersamakan) (Rifai,1976).
Menentukan nama dari suatu tumbuhan yang benar dan tempat asal dari tumbuhan tersebut yang tetap dari sistem klasifikasi dapat disebut identifikasi. Dalam mengidentifikasi tanaman dapat ditempuh satu atau kombinasi dari sebagian atau seluruh cara dibawah ini:
Membandingkan tanaman tersebut dengan material yang telah diidentifikasi dengan herbarium.
    -Konsultasi langsung dengan ahli dibidang bersangkutan.
    -Mencari sendiri dengan menggunakan kunci determinasi.
    -Membandingkan dengan determinasi yang ada.
    -Membandingkan dengan ilustrasi yang tersedia.
a. Cara Mendeterminasi Tumbuhan
            Untuk mendeterminasi tumbuhan pertama sekali adalah mempelajari sifat morfologi tumbuhan tersebut (seperti posisi, bentuk, ukuran dan jumlah bagian-bagian daun, bunga, buah dan lain-lainnya). Langkah berikut adalah membandingkan atau mempersamakan ciri-ciri tumbuhan tadi dengan tumbuhan lainnya yang sudah dikenal identitasnya, dengan menggunakan salah satu cara dibawah ini (Sunarto, 1999):
1. Ingatan
2. Bantuan orang
3. Spesimen acuan
4. Pustaka
5. Komputer
b. Aturan Pembuatan Kunci Determinasi
            Suatu alat yang diciptakan khusus untuk memperlancar pelaksanaan pendeterminasian tumbuh-tumbuhan disebut kunci determinasi. Kunci determinasi dibuat secara bertahap, sampai bangsa saja, suku, marga atau jenis dan seterusnya. Ciri-ciri tumbuhan disusun sedemikian rupa sehingga selangkah demi selangkah si pemakai kunci dipaksa memilih satu di antara dua atau beberapa sifat yang bertentangan,begitu seterusnya hingga akhirnya diperoleh suatu jawaban berupa identitas tumbuhan yang diinginkan. Beberapa syarat kunci determinasi yang baik antara lain:
    -Ciri yang dimasukkan mudah diobservasi, karakter internal dimasukkan bila sangat penting.
    -Menggunakan karakter positif dan mencakup seluruh variasi dalam grupnya.
    -Deskripsi karakter dengan istilah umum yang dimengerti orang.
    -Menggunakan kalimat sesingkat mungkin, hindari deskripsi dalam kunci.
    -Mencantumkan nomor couplet.
    -Mulai dari ciri umum ke khusus, bawah ke atas.
c. Menggunakan Kunci Determinasi
            Saran-saran dalam penggunaan kunci determinasi:
    -Kumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang ciri tumbuhan yang akan dideterminasi (kalau ada lengkap vegetatif dan generatif),
    -Pilih kunci yang sesuai dengan materi tumbuhan dan daerah geografi di mana tumbuhan tersebut diperoleh,
    -Baca pengantar kunci tersebut dan semua singkatan atau hal-hal lain yang lebih rinci,
    -Perhatikan pilihan yang ada secara hati-hati,
    -Hendaknya semua istilah yang ada dipahami artinya. Gunakan glossary atau kamus,
    -Bila spesimen tersebut tidak cocok dengan semua kunci dan semua pilihan layaknya tidak kena, mungkin terjadi kesalahan, ulangi ke belakang,
    -Apabila kedua pilihannya mugkin, coba ikuti keduanya,
    -Konfirmasikan pilihan tersebut dengan membaca deskripsinya, dan
    -Spesimen yang berhasil dideterminasi sebaiknya diverifikasi dengan ilustrasi atau spesimen herbarium yang ada.
KUNCI ANALISIS
Kunci analisis merupakan kunci yang paling umum digunakan dalam pustaka. Kunci ini sering juga disebut kunci dikotomi sebab terdiri atas sederetan bait atau kuplet. Setiap bait terdiri atas dua (atau adakalanya beberapa) baris yang disebut penuntun dan berisi ciri-ciri yang bertentangan satu sama lain. Untuk memudahkan pemakaian dan pengacuan, maka setiap bait diberi bernomor, sedangkan penuntunnya ditandai dengan huruf. Pemakai kunci analisis harus mengikuti bait-bait secara bertahap sesuai dengan yang ditentukan oleh penuntun. Dengan mempertentangkan ciri-ciri yang tercantum dalam penuntun-penuntun itu akhirnya hanya akan tinggal satu kemungkinan dan kita dituntun langsung pada nama takson yang dicari. Kunci analisis dibedakan menjadi dua macam berdasarkan cara penempatan bait-baitnya yaitu kunci bertakik (kunci indent) dan kunci paralel.
Pada kunci bertakik maka penuntun-penuntun yang sebait ditakikkan pada tempat tertentu dari pinggir (menjarak pada jarak tertentu dari pinggir), tapi letaknya berjauhan. Di antara kedua penuntun itu ditempatkan bait-bait takson tumbuhan, dengan ditakikkan lebih ke tengah lagi dari pinggir yang memenuhi ciri penuntun pertama, juga dengan penuntun-penuntun yang dipisah berjauhan. Dengan demikian maka unsure-unsur takson yang mempunyai ciri yang sama jadi bersatu sehingga bisa terlihat sekaligus.
Penuntun-penuntun kunci paralel yang sebait ditempatkan secara berurutan dan semua baitnya disusun seperti gurindam atau sajak. Pada akhir setiap penuntun diberikan nomor bait yang harus diikuti, dan demikian seterusnya sehingga akhirnya diperoleh nama takson tumbuhan yang dicari. Kunci paralel lebih menghemat tempat, terutama kalau takson tumbuhan yang dicakupnya besar sekali. Buku Flora of Java yang ditulis oleh Backer dan Backuizen van den Brink semuanya ditulis dalam bentuk kunci paralel.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Klasifikasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Klasifikasi_ilmiah
http://ocw.usu.ac.id/course/detail/biologi-s1/811-Taksonomi-Tumbuhan.html

1 komentar:

  1. terima kasih .. informasi nya sangat bermanfaat... terus lanjutkan karya nya

    BalasHapus

silahkan comentar, kritik dan saran agar blog ini bisa lebih baik lagi...!

Share It

Test IQ