Blog Biology

Jumat, 30 Maret 2012

Keanekaragaman Tumbuhan Tingkat Tinggi

Topik         : Keanekaragaman Tumbuhan Tingkat Tinggi
Tenggal  : Senin, 19 maret 2012
Materi     :
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN TINGKAT TINGGI

        Keanekaragaman adalah suatu gejala yang dapat diamati, suatu fakta yang kehadirannya tidak dapat kita tolak dan bersifat universal. Bila dibatasi pada tumbuhan saja, dapat diamati bahwa ada keanekaragaman pada setiap sifat dan ciri tumbuhan, misal keanekaragaman bentuk hidup, ukuran, ssrtuktur, fungsi, perawakan, dan sifat/ciri lainya. (Lumowa, Sonja V.T. 2012)
        Keanekaragaman merupakan ungkapan terdapatnya beranekaragam bentuk,  penampilan, densitas dan sifat yang nampak pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan seperti ekosistem, jenis, dan genetik. Nilai keanekaragaman ditentukan dengan menggunakan angka indeks. (http://meynyeng.wordpress.com)
        Menurut teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin dan Lamarck yaitu, jenis tumbuhan dan hewan yang ada mengalami perubahan secara perlahandari bentuk semula menjadi kebentuk lainya sehingga jenis mahluk hidup memperlihatkan kecenderungan untuk bervariasi atau beranekaragam. Kemungkinan-kemungkinan yang mendorong bertambahnya keanekaragaman tumbuhan ini dikarenakan adanya beberapa faktor.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEANEKARAGAMAN
A.    Faktor Abiotik
1. Iklim
Faktor iklim termasuk di dalamnya keadaan suhu, kelembaban udara dan angin sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan setiap mahluk di dunia. Faktor suhu udara berpengaruh terhadap berlangsungnya proses pertumbuhan fisik tumbuhan. Sinar matahari sangat diperlukan bagi tumbuhan hijau untuk proses fotosintesa. Kelembaban udara berpengaruh pula terhadap pertumbuhan fisik tumbuhan. Sedangkan angin berguna untuk proses penyerbukan. iklim yang berbeda-beda pada suatu wilayah menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya juga berbeda.
contohnya : Tanaman di daerah tropis, banyak jenisnya, subur dan selalu hijau sepanjang tahun karena bermodalkan curah hujan yang tinggi dan cukup sinar matahari. berbeda dengan tanaman yang berada di daerah tundra.
2. Keadaan tanah
Perbedaaan jenis tanah, seperti pasir, aluvial, dan kapur serta jumlah zat mineral yang terkandung dalam humus mempengaruhi jenis tanaman yang tumbuh. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Di daerah tropis akan hidup berbagai jenis tumbuhan, sedangkan di daerah gurun atau bersalju hanya akan hidup tumbuhan tertentu. Tumbuhan kaktus salah satu tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan keadaan tanah di gurun pasir. Perbedaan jenis tanah menyebabkan perbedaan jenis dan keanekaragaman tumbuhan yang dapat hidup di suatu wilayah.
contohnya: di Nusa Tenggara jenis hutannya adalah Sabana karena tanahnya yang kurang subur.
3. Air
Air mempunyai peranan yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah. Adanya air tergantung dari curah hujan dan curah hujan sangat tergantung dari iklim di daerah yang bersangkutan. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Jenis flora di suatu wilayah sangat berpengaruh pada banyaknya curah hujan di wilayah tersebut. Flora di daerah yang kurang curah hujannya keanekaragaman tumbuhannya kurang dibandingkan dengan flora di daerah yang banyak curah hujannya.
contohnya: di daerah gurun, hanya sedikit tumbuhan yang dapat hidup, contohnya adalah pohon Kaktus dan tanaman semak berdaun keras. Di daerah tropis banyak hutan lebat, pohonnya tinggi-tingi dan daunnya selalu hijau.
4. Tinggi Rendah Permukaan Bumi
Permukaan bumi terdiri dari berbagai macam relief , seperti pegunungan, dataran rendah, perbukitan dan daerah pantai. Perbedaan tinggi-rendah permukaan bumi mengakibatkan variasi suhu udara. Variasi suhu udara mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan . Hutan yang terdapat di daerah pegunungan banyak dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Faktor ketinggian permukaan bumi umumnya dilihat dari ketinggiannya dari permukaan laut . Semakin tinggi suatu daerah semakin dingin suhu di daerah tersebut. Demikian juga sebaliknya bila lebih rendah berarti suhu udara di daerah tersebut lebih panas. Oleh sebab itu ketinggian permukaan bumi besar pengaruhnya terhadap jenis dan persebaran tumbuhan. Daerah yang suhu udaranya lembab, basah di daerah tropis, tanamannya lebih subur dari pada daerah yang suhunya panas dan kering.
B.    Faktor Biotik
Makhluk Hidup
Makhluk hidup seperti manusia dan hewan dan tumbuhancmemiliki pengaruh yang cukup besar dalam persebaran tumbuhan. Terutama manusia dengan ilmu dan teknologi yang dimilikinya dapat melakukan persebaran tumbuhan dengan cepat dan mudah. Hutan kota merupakan jenis hutan yang lebih banyak dipengaruhi oleh faktor biotik, terutama manusia. manusia juga mampu mempengaruhi kehidupan fauna di suatu tempat dengan melakukan perlindungan atau perburuan binatang. Hal ini menunjukan bahwa faktor manusia berpengaruh terhadap kehidupan flora dan fauna di dunia ini.
contohnya: daerah hutan diubah menjadi daerah pertanian, perkebunan atau perumahan dengan melakukan penebangan, reboisasi,atau pemupukan. (http://zevanyageo.blogspot.com)





Nama-nama Tumbuhan Tingkat Tinggi
1    ANGGUR
2    ANGREK BULAN
3    ANGREK HITAM
4    APEL
5    BAWANG BOMBAI
6    BAWANG MERAH
7    BAWANG PUTIH
8    BAYAM
9    BUNCIS
10    CABAI
11    DURIAN
12    ENAU
13    GANDUM
14    JAGUNG
15    JAMBU AIR
16    JAMBU BIJI
17    JERUK
18    KACANG HIJAU
19    KACANG PANJANG
20    KACANG TANAH
21    KANGKUNG
22    KELAPA
23    LABU
24    LADA
25    LANGSAT
26    MANGGA
27    MAWAR
28    MELATI
29    MELON
30    PADI
31    PEPAYA
32    PINANG
33    PISANG
34    POHON KARET
35    POHON GAHARU
36    POHON JATI
37    POHON PINUS
38    POHON ULIN
39    PUTRI MALU
40    RAMBUTAN
41    SALAK
42    SAWI
43    SEMANGKA
44    SINGKONG
45    SIRIH
46    SIRSAK
47    TEH
48    TERONG
49    TOMAT
50    UBI JALAR
    Vitis sp.
Phalaenopsis amabilis
Coelogyne pandurata
Pyrus malus
Allium sp.
Allium cepa
Allium sativum
Amaranthus sp.
Phaseolus vulgaris
Capsicum annum
Durio zibethinus
Arenga pinnata
Triticum sp.
Zea mays
Syzygium aqueum
Psidium guajava
Citrus aurantifolia
Vigna radiata
Phaseolus vulgaris
Arachis hypogaea
Ipomoea aquatica
Cocos nucifera
Cucurbita
Piper nigrum
Lansium domesticum
Mangifera indica
Rosa sp.
Jasminus sambac
Cucumis melo
Oryza sativa
Carica papaya
Areca catechu
Musa paradisiaca
Hevea braziliensis
Aquilaria moluccensis
Tectona grandis
Pinus pinaster
Eusideroxylon zwageri
Mimosa pudica
Nephelium lappaceum
Salacca zalacca
Brassica sp.
Citrullus lanatus
Manihot esculenta
Piper betle
Annona muricata
Camellia sinensis
Solanum melongena
Solanum lycopersicum
Ipomoea batatas


   

Kesimpulan :
        Keanekaragaman adalah suatu gejala yang dapat diamati, suatu fakta yang kehadirannya tidak dapat kita tolak dan bersifat universal. Menurut teori evolusi yang dikemukakan oleh , jenis tumbuhan dan hewan yang ada mengalami perubahan secara perlahandari bentuk semula menjadi kebentuk lainya sehingga jenis mahluk hidup memperlihatkan kecenderungan untuk bervariasi atau beranekaragam dan faktor yang mempengaruhinya adalah faktor Abiotik dan Biotik.


Sumber :
Lumowa, Sonja V.T. 2012. Bahan Ajar Botani Tingkat Tinggi. Universitas Mulawarman, Samarinda.
http://id.wikipedia.org/wiki/ ( diakses : 15 maret 2012 )
http://meynyeng.wordpress.com/keanekaragaman-tumbuhan.html
( diakses : 15 maret 2012 )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan comentar, kritik dan saran agar blog ini bisa lebih baik lagi...!

Share It

Test IQ